FKIP UM Palembang Gelar Seminar Nasional, Ajak Generasi Muda Jaga Martabat Bahasa Indonesia di Era Digital

um-palembang.ac.id – Fenomena deviasi atau penyimpangan berbahasa yang semakin marak di ruang digital menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar Seminar Nasional bertema “Menjawab Tantangan Deviasi Berbahasa di Ruang Digital dengan Pendekatan Akademik, Solusi Edukatif dan Peran Generasi Muda dalam Menjaga Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar”, pada Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Prof. Djakfar Murod Lantai 2 Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, guru, serta pemerhati bahasa dari berbagai daerah.

Seminar nasional ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang bahasa dan pendidikan, yakni Dr. Izzah Zen Syukri, M.Pd., dosen FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Andri Wicaksono, M.Pd., dosen Pascasarjana STKIP PGRI Bandar Lampung, dan Dr. Haryadi, M.Pd., dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar nasional ini menjadi wadah akademik yang penting untuk membahas berbagai persoalan kebahasaan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi komunikasi digital.

Menurutnya, penggunaan bahasa di media sosial dan berbagai platform digital saat ini mengalami banyak perubahan yang perlu dicermati secara akademis agar tidak mengikis kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, diperlukan pemahaman yang tepat agar penggunaan bahasa tetap mencerminkan identitas dan budaya bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam seminar nasional tersebut. Kehadiran para akademisi dari berbagai perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan perspektif yang komprehensif mengenai tantangan dan solusi dalam menjaga kualitas penggunaan Bahasa Indonesia di era digital.

Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., juga menambahkan bahwa Bahasa Indonesia saat ini semakin mendapatkan perhatian di tingkat internasional. Bahkan, sejumlah negara tetangga mulai mempelajari Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa penting di kawasan Asia Tenggara.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk menjaga marwah Bahasa Indonesia. Ketika negara lain mulai mempelajarinya, maka masyarakat Indonesia sendiri harus menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar,” tegasnya.

Melalui pendekatan akademik dan edukatif, seminar ini dapat menghasilkan sejumlah catatan dan rekomendasi penting. Di antaranya perlunya penguatan literasi bahasa di kalangan generasi muda, peningkatan peran institusi pendidikan dalam membangun kesadaran berbahasa, serta optimalisasi media digital sebagai sarana edukasi kebahasaan yang positif.

Selain itu, peserta seminar juga diajak untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kualitas penggunaan Bahasa Indonesia di ruang digital melalui konten-konten yang edukatif, kreatif, dan sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

Editor : Rianza Putra