Gandeng BSI, FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Pelatihan Financial Modelling, Siapkan Lulusan Bisa Bersaing di Dunia Kerja

um-palembang.ac.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing lulusannya melalui berbagai program penguatan kompetensi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Pelatihan Financial Modelling yang digelar pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Gedung KH. Faqih Usman Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kegiatan ini diikuti oleh 65 mahasiswa Program Studi Manajemen Konsentrasi Keuangan dan menghadirkan praktisi perbankan serta akademisi yang memiliki kompetensi di bidang analisis dan perencanaan keuangan, dengan menghadirkan Wahyudi Hidayat, S.E., MBA., sebagai pemateri utama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Palembang Celentang, Marta Adiwinata, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri perbankan syariah.

Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia KCP Palembang Celentang atas kesediaannya berkolaborasi dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan dunia industri dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting untuk memberikan wawasan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia KCP Palembang Celentang yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan Financial Modelling merupakan bagian dari program penguatan kompetensi mahasiswa yang telah terintegrasi dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu dan pengalaman selama mengikuti pelatihan, tetapi juga mendapatkan pengakuan kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia profesional.

“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam menyusun model keuangan, melakukan analisis bisnis, membuat proyeksi keuangan, hingga menyusun rekomendasi strategis berbasis data. Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan oleh perusahaan maupun lembaga keuangan saat ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Palembang Celentang, Marta Adiwinata, menyampaikan bahwa dunia perbankan dan industri keuangan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan analisis dan pengambilan keputusan berbasis data.

Menurutnya, kemampuan financial modelling menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya mereka yang akan berkarier di bidang perbankan, investasi, maupun sektor korporasi. Melalui keterampilan tersebut, seseorang dapat menyusun proyeksi keuangan, menganalisis risiko, serta merancang strategi bisnis yang lebih terukur.

“Kami melihat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki potensi besar untuk menjadi talenta-talenta unggul di industri keuangan. Karena itu, BSI sangat mendukung kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri perlu terus diperkuat agar terjadi keselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis dan wawasan yang lebih luas mengenai dinamika industri keuangan yang terus berkembang.

“BSI berkomitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan menjadi bekal berharga ketika mereka memasuki dunia profesional,” tambahnya.

Marta Adiwinata juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, serta membangun jaringan profesional yang dapat mendukung pengembangan karier mereka di masa depan. Menurutnya, mahasiswa yang mampu menguasai kompetensi keuangan modern akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri keuangan syariah di Indonesia.

Editor : Rianza Putra