um-palembang.ac.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan dalam dunia pendidikan. Fenomena tersebut menjadi bahasan utama dalam kegiatan Guest Lecture bertajuk “When AI Writes, Who Learns? The Challenges and Threats of Artificial Intelligence to Education and Human Capital Development” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Palembang, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 7 Gedung KH Faqih Usman tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. Guest Lecture menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Sonny Zulhuda, LLB., MCL., Ph.D., Deputy Legal Adviser International Islamic University Malaysia (IIUM), yang dikenal sebagai akademisi dan pakar hukum di bidang teknologi, siber, serta perkembangan kecerdasan buatan.
![]()
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Wakil Dekan I Fakultas Hukum Yudistira, S.H., M.Hum., Ketua Program Studi Hukum Dr. Helwan Kasra, S.H., M.Hum., serta Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional Prof. Erna Yuliwati, Ph.D.
Dalam sambutannya, Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Assoc. Prof. Sonny Zulhuda yang telah berkenan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Palembang.
Menurutnya, kehadiran narasumber dari International Islamic University Malaysia menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi global, khususnya kecerdasan buatan yang saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
![]()
“Universitas Muhammadiyah Palembang menyambut baik kolaborasi akademik internasional seperti ini. Mahasiswa perlu memahami bahwa perkembangan AI tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa AI saat ini mampu membantu berbagai pekerjaan manusia, mulai dari pengolahan data, penulisan dokumen, analisis informasi, hingga mendukung proses pembelajaran. Namun demikian, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika, integritas akademik, serta kemampuan berpikir kritis yang menjadi kompetensi utama seorang mahasiswa.
![]()
“AI adalah alat bantu yang sangat bermanfaat. Namun, jangan sampai teknologi menggantikan proses belajar itu sendiri. Mahasiswa harus tetap mengembangkan kemampuan analisis, kreativitas, dan pemecahan masalah yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin,” tambahnya.
Sementara itu, Assoc. Prof. Sonny Zulhuda dalam paparannya menyoroti berbagai tantangan yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Ia mengangkat pertanyaan mendasar yang menjadi tema kuliah tamu tersebut, yakni ketika AI mampu menulis dan menghasilkan berbagai karya akademik, maka siapa yang sebenarnya belajar dalam proses tersebut.
Menurutnya, kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia memperoleh dan mengolah informasi. Di satu sisi, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, mempercepat akses pengetahuan, dan membantu mahasiswa memahami berbagai konsep secara lebih mudah. Namun di sisi lain, terdapat risiko menurunnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemandirian belajar apabila AI digunakan tanpa pengawasan dan pemahaman yang tepat.
![]()
Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan etika dalam penggunaan teknologi. Dunia pendidikan, kata dia, perlu membangun kebijakan yang mampu menyeimbangkan antara pemanfaatan inovasi teknologi dengan upaya menjaga kualitas proses pembelajaran dan pengembangan karakter mahasiswa.
Editor : Rianza Putra