Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah Komitmen Membangun Daya Saing

Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah

um-palembang.ac.id – Dr. dr. Agus Syamsuddin, |S.Ps., M.Kes., Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan materi tantangan rumah sakit khususnya ketika menghadapi dilema antara kemanusiaan dan bisnis. Menurut Agus itu menjadi tantangan yang tidak bisa dielakkan karena melihat hal tersebut sebagai keniscayaan.

Disebut Agus ada dua hal penyebab keniscayaan itu, pertama kenapa Muhammadiyah didirikan dan yang kedua adalah perubahan situasi yang luar biasa. Maka Agus menyampaikan tiga fakta di yang ditemukannya di lapangan perihal perkembangan rumah sakit.

Fakta dilapangan yang ingin saya sampaikan bahwa rumah sakit itu sekarang sudah menjadi industri. Kalau dulu sebelum ada undang-undang tahun 2014 kalau tidak salah rumah sakit hanya boleh didirikan oleh yayasan atau pemerintah. Swasta tidak boleh tetapi begitu dibuka PT maka kemudian rumah sakit itu menjadi sebuah industri.

Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah

“Oleh karena itu siapapun orangnya yang memiliki sumber daya dia bisa masuk ke dalam industri ini termasuk konglomerat,” ungkap Agus, dalam gelaran Seminar Pra Muktamar di Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang bertemakan Transformasi Pembangunan Kesehatan Semesta: Tantangan Bagi Muhammadiyah, Kamis (24/3/2022).

Fakta yang Ia temukan lagi adalah industri rumah sakit ini kian tumbuh pesat. “Selama 10 tahun terakhir kalau saya hitung jumlah rata-rata rumah sakit setiap tahun itu kurang lebih ada 100 jadi kalau 100 rumah sakit kemudian dibagi 12 atau 10 maka setiap bulan itu muncul sepuluh rumah sakit sebenarnya. Inilah yang kemudian menarik minat banyak pihak untuk masuk ke industri ini,” tuturnya.

Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah

Sementara fakta yang ketiga adalah regulasi rumah sakit yang menjadi satu. “Bahwa di dalam industri rumah sakit ini tidak ada aturan khusus atau pengecualian mau swasta, pemerintah, yayasan, atau ormas ya undang-undangnya satu. Jadi tidak ada perbedaan sama sekali,” terangnya.

Dengan ketiga fakta yang ditemukan Agus itu, menjadi tantangan dan evaluasi juga bagi rumah sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) agar bisa bersaing dengan rumah sakit lainnya tanpa meninggalkan visi misi yang telah dimiliki sebelumnya.

Sumber: muhammadiyah.or.id