um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang secara resmi melepas 90 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKNMAs) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pelepasan berlangsung di Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7 pada Jumat, 24 Juli 2026.
Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Saleh Hidayat, M.Si., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., dan Dekan di lingkungan fakultas Universitas Muhammadiyah Palembang.
![]()
Dalam sambutannya, Dr. Saleh Hidayat, M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam KKNMAs merupakan bagian penting dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Program KKNMAs akan berlangsung mulai 29 Juli hingga 31 Agustus 2026 di Kabupaten/Kota Malang, Jawa Timur.
“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang, kami menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah memperoleh kesempatan untuk mengikuti KKNMAs. Ini merupakan momentum berharga untuk belajar sekaligus mengabdikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat,” ujarnya.
![]()
![]()
Sebanyak 90 mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang. Mereka terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Teknologi Informasi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Agribisnis, Agroteknologi, Akuakultur, dan Ekonomi Syariah.
Menurutnya, mahasiswa dari bidang teknik dan teknologi dapat berkontribusi dalam penguatan infrastruktur dan transformasi digital masyarakat. Sementara itu, mahasiswa ekonomi dan bisnis diharapkan mampu mendukung pengembangan UMKM, kewirausahaan, pemasaran digital, serta literasi keuangan. Mahasiswa bidang pendidikan dapat membantu peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi masyarakat, sedangkan mahasiswa bidang pertanian, perikanan, dan ekonomi syariah berperan dalam memperkuat ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
![]()
Dr. Saleh Hidayat, M.Si., juga menegaskan bahwa KKNMAs bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, adaptasi, empati, tanggung jawab, hingga kemampuan memecahkan masalah di lapangan.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa hadir di tengah masyarakat dengan sikap rendah hati dan semangat belajar. Mahasiswa diminta untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, memahami potensi dan permasalahan yang ada, serta menyusun program kerja berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat setempat. “Jadikan masyarakat sebagai mitra dan subjek utama dalam setiap kegiatan, bukan sekadar penerima program,” pesannya.
Selain menjalankan program pengabdian, peserta KKNMAs juga akan berinteraksi dan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, dan memperkuat ukhuwah dalam keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Lebih lanjut Dr. Saleh Hidayat, M.Si., juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan integritas, kedisiplinan, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta akhlak yang mulia. Mahasiswa diminta menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat serta selalu menjaga komunikasi, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan tugas pengabdian.
Ia berharap program-program yang dijalankan selama KKNMAs mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, keterampilan, sistem, maupun praktik baik yang dapat diteruskan secara mandiri oleh masyarakat setelah program berakhir.
Editor : Rianza Putra