um-palembang.ac.id

BAN PT Lakukan Asesmen Lapangan Daring Kepada Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Dalam rangka pelaksanaan akreditasi tahun 2020, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan Assesmen Lapangan secara daring terhadap Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang, Jumat – Sabtu,
16-17 Oktober 2020.

Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri Prof. Dr. Djukri, M.S., Universitas Negeri Yogyakarta, dan Prof. Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., Universitas Airlangga.

um-palembang.ac.id

Keduanya disambut langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua Lembaga Penjamin Mutu Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc., Dekan FKIP Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., beserta Wakil Dekan, Ketua Program Studi dan dosen dilingkup FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat datang di kampus hijau Universitas Muhammadiyah Palembang, “kendatipun kedatangan Asesor hanya melalui dunia maya melalui media daring zoom, semoga saja tidak mengurangi makna dari silaturahim kita. Selanjutnya kita berharap Pandemi Virus Covid 19 ini segera berakhir sehingga kita dapat bertatap muka sesungguhnya di kampus UMPalembang” ujarnya.

um-palembang.ac.id

Ia juga mengucapkan selamat Atas Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Dra. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., Sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisiologi Hewan di Universitas Airlangga.

Selanjutnya Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini memiliki 7 Fakultas dan satu Program Pascasarjana, dengan 33 program studi serta jumlah mahasiswa lebih kurang 11.000 mahasiswa. Program studi Pendidikan Biologi merupakan salah satu program studi yang banyak di minati oleh mahasiswa. Sehingga banyak alumni dari program studi ini yang telah berkiprah tidak saja di Sumatera Selatan tetapi sudah menyebar di penjuru nusantara.

um-palembang.ac.id

“Universitas Muhammadiyah Palembang peringkat Akreditasi institusi saat ini Peringkat “B” (Baik Sekali) dan 12 % program studi mendapatkan peringkat “A” (Unggul) dan 88 % program studi berpringkat “ B “ (Baik Sekali)” ulasnya.

Ia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir ini universitas muhammadiyah Palembang, sudah ada 6 (enam) program studi di lakukan asesmen lapangan oleh asesor BAN-PT secara virtual/Daring, baik program studi yang melakukan re-akreditasi maupun akreditasi yang pertama. Dan program studi Pendidikan Biologi ini adalah program studi yang ke-7 yang dilakukan asesman lapangan secara daring oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan masih beberapa program studi yang masih menunggu penjadwalan untuk dilaksanakan asesman lapangan dengan sembilan (9) kriteria.

“Kami patut bersyukur bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang selama pandemi Corvid-19 aktivitas kegiatan perkuliahan tetap dapat berjalan dengan baik walaupun dilaksanakan secara daring demikian juga dengan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, jumlah penerimaan mahasiswa baru yang diterima tahun akademik 2020/2021 relatif stabil” jelasnya.

Diakhir sambutan, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., berharap semoga kegiatan visitasi dalam rangka akreditasi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang dapat memberikan gambaran kepada asesor tentang kondisi Program studi pendidikan biologi serta akhirnya akan mendapatkan hasil maksimal.

Editor: Rianza Putra

Pengumuman

Revisi Pengumuman Wisuda Program Sarjana Ke-68 dan Pascasarjana Ke-29 Tahun 2020

Revisi Pengumuman Wisuda Program Sarjana Ke-68 dan Pascasarjana Ke-29 Tahun 2020

Berikut Lampiran Daftar Nomor Kursi Peserta Wisuda:

  • Sesi 1 (Pascasarjana, Fak. Ekonomi dan Bisnis, Fak. Agama Islam) Download | View
  • Sesi 2 (Fak. Teknik, Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fak. Kedokteran) Download | View
  • Sesi 3 (Fak. Pertanian, Fak. Hukum) Download | View

Alternatif Link Akses>> http://bit.ly/lampiranWISUDA

1

2

Berikut Lampiran Daftar Nomor Kursi Peserta Wisuda:

  • Sesi 1 (Pascasarjana, Fak. Ekonomi dan Bisnis, Fak. Agama Islam) Download | View
  • Sesi 2 (Fak. Teknik, Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fak. Kedokteran) Download | View
  • Sesi 3 (Fak. Pertanian, Fak. Hukum) Download | View

Alternatif Link Akses>> http://bit.ly/lampiranWISUDA

um-palembang.ac.id

28 Dokter Baru, Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Resmi Dilantik

umpalembang.ac.id – Walaupun Pandemi Covid-19 masih terjadi, perjuangan mencari ilmu tetap dilakukan sebaik mungkin. Begitu kiranya yang dilakukan oleh 28 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang yang melakukan pelantikan dokter baru di masa pandemi ini oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dr. Yanti Rosita, M.Kes.

Prosesi pengambilan sumpah sebanyak 28 dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berlangsung khidmat, di Aula FK UMPalembang, Kamis (08/10/2020) yang turut dihadiri Direktur RS BARI Palembang dr. Hj. Makkiani, S.H. MARS., dan Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr. Pangestu Widodo, MARS. Dan dengan demikian, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang tercatat sudah menghasilkan 387 orang dokter sejak berdirinya pada tahun 2008.

um-palembang.ac.id

Dalam sambutanya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat kepada para dokter baru, keluarga dan para pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran atas kesuksesannya hingga terlaksananya sumpah dokter ini tahun akademik 2020/2021.

Ia melanjutkan, pengambilan Sumpah Dokter merupakan bentuk pernyataan diri dari lulusan program studi Kedokteran yang telah menyelesaikan dua proses pendidikan yaitu Pendidikan Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi. Dengan pengambilan sumpah tersebut seorang dokter baru berhak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan bekerja sesuai dengan keprofesiannya.

Menurutnya, sumpah juga merupakan suatu syarat mutlak untuk sebuah profesi. Dokter, sebagaimana profesi lain, memerlukan jiwa kesatuan (corporateness). Sumpah itu diucap setelah syarat-syarat keprofesian lainnya dipenuhi, yakni syarat keahlian (expertise) yang ditempuh melalui jenjang pendidikan khusus. Konsekuensi dari keahlian khusus dan ikrar sumpah tersebut pada gilirannya adalah pada tanggung jawab sosial (social responsibility) yang harus dipegang teguh.

um-palembang.ac.id

“Saya mencermati, dalam salah satu butir sumpah dokter itu ada nilai yang sangat mulia, yakni sumpah untuk menjalankan tugas dengan cara yang berhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan, serta sumpah pelayanan terhadap penderita dengan tidak memandang bulu, baik suku, agama, kedudukan sosial, maupun kelompok apapun” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, dalam konteks kemuhammadiyahan, K.H. Ahmad Dahlan pernah berpesan untuk senantiasa berpihak kepada kaum dhuafa. Bahkan secara khusus, pendiri Muhammadiyah itu mengajak kita semua belajar secara terus menerus untuk mencapai profesi tertentu, karena tantangan jaman semakin lama semakin keras.

Dan, ketika telah mencapai pada posisi apapun, kembalilah mengabdi pada masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Muhammadiyah. Lebih lengkap KH Ahmad Dahlan mengatakan: “Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah bersekolah menuntut ilmu pengetahuan di mana saja. Jadilah guru kembali ke Muhammadiyah. Jadilah dokter kembali ke Muhammadiyah. Jadilah Mesteer, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah”.

um-palembang.ac.id

“Perlu saya sampaikan, pengembangan akademik UMPalembang melibatkan berbagai pihak dan diupayakan dengan berbagai cara. Fakultas Kedokteran pada awal pendirian dan perkembangannya telah dibina dan dibimbing oleh Fakultas Kedokeran Universitas Sriwijaya. Selain itu kerjasama dengan Rumah Sakit Pemerintah, RSUD maupun Rumah Sakit Muhammadiyah se-provinsi Sumatera Selatan juga diperkuat” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan bahwa upaya pengembangan akademik yang telah dilakukan oleh Fakultas Kedokteran antara lain dengan melengkapi sarana-prasarana pembelajaran, sistem pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning serta meningkatkan keilmuan staf dosen dengan menyekolahkan S2, S3, spesialisasi dan mengikuti seminar, pelatihan atau workshop bagi staf dosen.

um-palembang.ac.id

Kendatipun tantangan dunia kedokteran saat ini sungguh sangat berat. Berbagai macam penyakit; penyakit menular yang belum tuntas seperti penyakit Virus Corvid-19 yang sekarang menjadi Pandemi global. Hal ini merupakan tantangan bagi dokter selaku pemberi pelayanan kesehatan maupun sebagai ilmuan yang harus bertindak sesuai dengan keilmuannya dan selalu mengembangkan keilmuannya.

“Sebagai dokter baru akan secara langsung berhadapan dengan kondisi ini. Oleh karena itu sebagai seorang dokter harus mampu berkompetisi dengan sehat dan tetap menjunjung etika moral serta menanamkan social yang tinggi untuk membantu masyarakat yang tidak mampu” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Perguruan Tinggi Harus Menjadi Agen dalam Mempromosikan Keterbaharuan Pada Industri

um-palembang.ac.id – Perguruan tinggi harus meninggalkan paradigmanya sebagai ‘menara gading’ dan harus aktif dalam meng-inisiasi kerjasama dengan institusi di luar kampus. Ini berdampak pada perubahan pengelolaan Catur -Dharma Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi harus menjadi agen dalam mempromosikan keterbaharuan pada industri, bukan sebaliknya.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam acara Webinar “Sosialisasi Implementasi Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” dengan narasumber Prof. Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., CA., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, dengan moderator Dr. Yuhanis Ladewi, SE.,M.Si.,CA Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis FEB Universitas Muhammadiyah Palembang, pada Rabu, (7/10/2020).

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, awal tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Kampus Merdeka untuk perguruan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan ‘kebebasan’ bagi perguruan tinggi dalam tata kelola organisasi serta ‘kemerdekaan’ bagi mahasiswa untuk belajar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Pemerintah melalui program ini menyadari bahwa dunia pendidikan tinggi telah memasuki era di mana informasi dan pengetahuan tersedia secara luas melalui jejaring Internet.

Kendati demikian, tantangan utamanya adalah kesiapan Indonesia dalam menghadapi Global Megatrend 2045 dan implik asinya terhadap kehidupan bernegara. Perguruan Tinggi, mau tidak mau, harus beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tidak tergilas.

“Paradigma ‘merdeka belajar’ sebenarnya telah dilakukan oleh para ilmuan di era awal terbentuknya perguruan tinggi di tahun 1000-an masehi. ‘merdeka belajar’ bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan fundamental dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi” jelasnya.

Doktor Ilmu Manajemen ini juga mengatakan, akhir- akhir ini di temukan perbedaan ‘logika institusi’ antara perguruan tinggi dan industri juga berdampak pada kompetensi lulusan yang dihasilkan. Permasalahan klasik ini , adalah adanya jurang pemisah antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak pada rendahnya keterserapan lulusan. Selain dari fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja, rendahnya keterserapan lulusan dikarenakan besarnya gap kompetensi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, kedekatan antara perguruan tinggi dan industri merupakan hal yang harus diwujudkan. Pada dekade terakhir istilah University-Business Cooperation (Kerjasama Perguruan Tinggi dan Bisnis) telah menjadi kerangka kerja di berbagai negara untuk mengantisipasi gap/jarak antara perguruan tinggi dan industri/masyarakat/NGO atau pemerintah.

Ia melanjutkan, kedepan peneliti, dosen, dan mahasiswa haruslah menjadi agen hibrid, yang menyeimbangkan pencapaian akademik dan keterpakaian industri baik pada konteks pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tentu saja hal ini bukan hal yang mudah dan bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

Karena menurutnya, perguruan tinggi kedepan dituntut untuk mendapatkan kepercayaan dan komitmen dari industri. Selanjutnya perguruan tinggi juga dihadapkan dengan tantangan untuk mempertahankan kolaborasi dengan industri. Kerjasama Perguruan Tinggi dan Bisnis (KPTB) merupakan kerangka utama dalam menjalankan Program Kampus Merdeka. Dengan kebijakan ini diharapkan lulusan mendapatkan kompetensi tidak hanya dari perguruan diri sendiri tetapi dari ‘dunia luar’, untuk program studi 8 semester.

Oleh sebab itu, lulusan harus mengetahui bagaimana sebenarnya dunia kerja. Secara program, mahasiswa mengambil satu semester di luar program studi di perguruan tingginya dan selanjutnya melanjutkan dua semester di luar perguruan tinggi. Guna mendukung program ini berjalan lancar, perguruan tinggi harus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti perguruan tinggi lain, industri kecil dan menengah, organisasi profit dan non-profit, pemerintah daerah dan sebagainya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., diakhir sambutannya menambahkan bahwa, perguruan tinggi harus mengantisipasi keberagaman institusi dan menjaga keberlangsungan kerjasama. Bentuk – bentuk kegiatan “merdeka belajar” diluar perguruan tinggi dapat dilakukan :

PERTAMA, MAGANG – konsep latihan kerja yang dilakukan oleh mahasiswa dan dibimbing oleh dosen dan pembimbing industri. Di negara-negara maju, mahasiswa diwajibkan magang di industri/ organisasi terkait baik pada program sarjana maupun vokasi.

KEDUA, PROYEK DESA. Mahasiswa berkesempatan untuk melaksanakan semester di luar perguruan tinggi dengan terlibat langsung di proyek-proyek pembangunan desa. Tentunya perguruan tinggi harus lebih dulu menjajaki desa-desa yang memang menyediakan tempat bagi mahasiswa untuk ikut serta.

KETIGA, MENGAJAR DI SEKOLAH. Mahasiswa dapat merasakan pengalaman menjadi guru di sekolah-sekolah menengah dan menerapkan pengetahuan yang di dapat dari perguruan tinggi.

KEEMPAT, PERTUKARAN MAHASISWA. Program ini memang telah dilaksanakan di beberapa tahun terakhir di berbagai perguruan tinggi baik nasional maupun internasional. Program ini dapat dipakai untuk memenuhi satu semester di perguruan tinggi lain baik untuk pembelajaran maupun penelitian.

KELIMA, PROYEK INDEPENDEN DAN KEMANUSIAAN. Mahasiswa dapat mengikuti proyek-proyek independen di perusahaan ataupun kemanusiaan untuk memenuhi satu atau dua semester di luar perguruan tinggi.

DAN TERAKHIR, WIRAUSAHA. selain menjadi target pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia, satu atau dua semester untuk memulai wirausaha dapat di lakukan di beberapa kegiatan perusahaan seperti pada Business Incubator, Science Park dan lain-lain.

Dengan demikian, tantangan utama pelaksanaan kampus merdeka adalah penyamaan konsepsi bahwa perguruan tinggi merupakan organisasi yang dinamis yang mengikuti perubahan zaman. Perguruan Tinggi sebagai organisasi hibrid menjadi penting bagi perguruan tinggi sehingga dapat berkontribusi secara nyata untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan Indonesia.

Editor: Rianza Putra

Pengumuman

Pengumuman Kepada Mahasiswa UMPalembang Terkait Program Bantuan UKT/SPP dari Kemendikbud

Diberitahukan Kepada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang Mengajukan Bantuan UKT/SPP Bagi Mahasiswa dari Kemendikbud (KIP-Kuliah).

Daftar Nama Mahasiswa yang Menerima Bantuan Tersebut dapat Dicek Disini

Formulir Pencairan Dana Terkait Bantuan Ini dapat Diakses Disini

Pengumuman Bantuan KEMENDIKBUD

Daftar Nama Mahasiswa yang Menerima Bantuan Tersebut dapat Dicek Disini

Formulir Pencairan Dana Terkait Bantuan Ini dapat Diakses Disini

um-palembang.ac.id

Alumni Universitas Muhammadiyah Palembang, Harus Bersikap Jeli Terhadap Peluang dan Jangan Hanya Menunggu

um-palembang.ac.id – Alumni Universitas Muhammadiyah Palembang harus bersikap jeli terhadap peluang dan jangan hanya menunggu, karena dampak pandemi wabah virus corona yang terjadi diawal tahun sampai dengan saat ini membawa dampak yang sangat luas bagi semua sektor kehidupan termasuk didalamnya dunia Pendidikan Tinggi.

Hal tersebut disampikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam Webinar “Persiapan Memasuki Dunia Kerja dan Usaha di Masa Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan oleh Career Development Center Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu (30/9/2020).

Ir. Gabelas MS., M.M., CMA., Derictor Smart Generatio., Risky Rahmawaty, SS., M.M., CMA., General Manajer Smart Generatio dan Muhammad Fahmi, S.E., M.Si., Ketua Carrier Development Center menjadi narasumber dalam Webinar tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini menyebabkan banyak lapangan kerja yang merumahkan pekerjanya bahkan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena dunia industri dan usaha menjadi tutup, hal ini tentu saja membawa dampak meningkatnya angka pengangguran .

Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi Perguruan Tinggi, yang setiap saat melahirkan alumni yang siap untuk masuk dunia kerja. Tantangan yang dihadapi setiap Perguruan Tinggi baik dalam ruang lingkup menghasilkan lulusan semakin hari semakin berat.

Ia melanjutkan, tantangan ini cukup berat, dalam artian karena tidak hanya menghadirkan dinamika ilmu pengetahuan, semakin ketatnya penerimaan market terhadap lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi, tetapi juga tantangan yang lahir dari kompetisi perguruan tinggi sendiri guna menjadi lembaga pendidikan terbaik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencetak para sarjana yang memiliki integritas dan soft skill tersendiri.

Oleh karena itu, berangkat dari dinamika tantangan yang dihadapi, maka lulusan Perguruan Tinggi perlu mengokohkan diri sebagai alumni yang berkompeten dan mampu berkompetesi secara global, Lulusan haruslah mendorong diri sendiri agar terjadi penyelarasan harapan perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang mampu menjadi handal inovatif, kreatif, kompetitif dan memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan, untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan dunia usaha dimasa pandemic covid 19 maka alumni Perguruan tinggi harus melakukan beberapa hal antara lain :
1. Memperluas koneksi
Menjalin komunikasi bagi mereka yang berstatus fresh graduate sangatlah penting. Di era digital ini alumni Perguruan tinggi sangat beruntung, karena ada sebuah platform untuk para pekerja profesional yaitu LinkedIn atau jaringan . Anda bisa memanfaatkan platform ini sebaik mungkin. Buat profil agar lebih terlihat profesional. Dengan membangun networking di LinkedIn, Anda akan mendapatkan banyak informasi seputar dunia kerja dan dapat berdiskusi langsung dengan para praktisi

2. Berlatih virtual interview
Persiapkan diri Anda untuk menjalani virtual interview. Ini dapat terasa lebih menantang daripada wawancara biasa.Di zaman pandemi ini tentunya pertemuan tatap muka sangatlah terbatas. Untuk itu, penting untuk menganggap virtual interview sama seperti wawancara biasa. Persiapkan pertanyaan dan lakukan riset untuk tahu lebih dalam mengenai perusahaan dan pekerjaan yang diinginkan.

3. Cari pengalaman bekerja
Minim pengalaman merupakan salah satu kekurangan fresh graduate di pasar kerja. Untuk mengatasinya, carilah pengalaman kerja sendiri. Misal, Anda dapat membuka usaha atau jadi sukarelawan di sejumlah kegiatan sosial di dunia maya.

4. Tingkatkan kemampuan diri
Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat, maka Anda juga harus mengimbanginya dengan cepat.
Meski bukanlah bidang Anda, tapi ke depannya lowongan untuk tenaga teknologi akan sangat dibutuhkan karena saat ini semua mulai beralih ke digital. Selain itu untuk menambah keahlian baru, Anda juga ikut kelas online dari berbagai lembaga pendidikan. Ingat, belajar tidak harus mahal, Anda bisa mempelajari semua dengan gratis melalui internet dan langsung mempraktekkan yang bisa menjadi portofolio Anda.

5. Sesuaikan dengan kehidupan new normal

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Majelis Pemberdayaan Masyarakat PW Muhammadiyah Sumsel Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan

um-palembang.ac.id – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan Pelatihan Program Ketahanan Pangan di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel, Selasa, 29 September 2020.

Ir. Dasir, M.Si., Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Sumsel menjelaskan peserta pelatihan sebanyak 40 orang dari para pengusaha home industri pengolahan pangan utusan PCM di lingkungan PDM Kota Palembang, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang, alumni Universitas Muhammadiyah Palembang dan masyarakat umum yang berasal dari Palembang, Banyuasin dan Muara Enim.

Kegiatan pelatihan ini bekerjasama dengan Asosiasi IKM UKM Nusantara Kota Palembang, dengan menghadirkan narasumber ahli industri pangan yaitu Dr. Mirza Susanti, Zulkifli, S.T., M.Si., Neny Heryanti, S.KM., M.KM., dan Veniranda, SKM dari Dinkes Kota Palembang, serta materi Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat disampaikan oleh Dr. Muhammad Mawangir.

Dalam arahannya saat membuka acara Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., Wakil Ketua PWM Sumsel yang membidangi MPM mengharapkan agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya serta dapat lulus semua sehingga mendapatkan sertifikat ketahanan pangan sebagai salah satu syarat untuk untuk mendapatkan izin P-IRT.

“Serta kedepan MPM dapat melakukan pendampingan sehingga dilanjutkan dengan serifikat halal bagi industri pengolahan pangan yang diproduksi para peserta saat ini” Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., mengakhiri sambutanya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Gubernur Sumsel Buka Konferensi Internasional ICMAHEA 2020 di Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. H. Akhmad Najib, S.H., M.Hum., membuka secara resmi The 10th Internasional Conference of Muhammadiyah and Aisyiyah Higher Education Association (ICMAHEA) tahun 2020 di Universitas Muhammadiyah Palembang, yang digelar 25 dan 26 September 2020, sebagai Konferensi Internasional Online dengan menggunakan Aplikasi Zoom Meeting.

Konferensi Internasional Asosiasis Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APPPTMA) Ke-10 merupakan konferensi tahunan yang berfokus pada ilmu sosial, pendidikan, teknik & ilmu alam, ekonomi, dan bisnis, yang mengambil tema “Pelaksanaan Penelitian untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi”.

um-palembang.ac.id

Dr. H. Akhmad Najib, S.H., M.Hum., mengatakan, tema yang ada sangat releven dengan kondisi Provinsi Sumsel. Ia berharap posisi Universitas Muhammadiyah Palembang harus didukung dalam penelitian dan pengembangan, bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang harus menjadi contoh universitas yang ada di dunia. “Semoga dari konferensi internasional ini bisa hadir rekomendasi untuk Provinsi Sumatera Selatan” ungkapnya.

Pembicara utama dalam konferensi internasional ini menghadirkan :

1. Hari Widodo (Bank Indonesia, South Sumatra)
2. Prof. Datuk Ts. Dr. Ahmad Fauzi Ismai (Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia)
3. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (Muhammadiyah and Aisyiyah Higher Education Council, Indonesia)
4. Prof. M. Lutfi Arslan (Istanbul Medeniyet Universitesi, Turkey)
5. Prof. Dr. Masato Tominaga (Saga University, Japan)
6. Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda (IIUM, Malaysia)
7. Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ali (UCLA, USA)
8. Prof. Dr. Arthananeswaran (NITT, India)

um-palembang.ac.id

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi telah meluas dan tidak lagi terbatas pada bidang-bidang tertentu, seperti penelitian dan pengembangan, pendidikan, teknik, sosial, ekonomi dan bisnis, hukum, kedokteran, pertanian dan agama. Perkembangan dunia digital melalui era revolusi industri saat ini tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukungnya.

Ia melanjutkan, Ilmu-ilmu mengembangkan berbagai sistem yang bertujuan membantu semua proses yang berguna, terutama yang berkaitan dengan proses pengembangan ilmu pengetahuan, bisnis dan industri. Ilmu sosial menyatu dengan teknologi dan menghasilkan inovasi yang tidak terbayangkan sebelumnya. Untuk itu, diperlukan kebijakan dan program kerja yang holistik dan integratif dari semua pihak dan elemen terkait untuk menghadapi era ini.

um-palembang.ac.id

“Rangkaian seminar internasional ini juga diharapkan dapat menjadi wadah konferensi lintas disiplin ilmu eksakta dan sosial dengan mempertemukan peneliti, mahasiswa, praktisi, pelatih dan profesional di berbagai bidang ilmu. Dengan diadakannya seminar internasional ini diharapkan akan muncul banyak ide-ide baru yang akan menjadi solusi atas permasalahan sosial terkini di masyarakat, serta produk penelitian, pengajaran dan gagasan yang dapat berimplikasi secara profesional dalam menjawab tantangan global di masyarakat” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D., menambahkan, The 10th Internasional Conference of Muhammadiyah and Aisyiyah Higher Education Association (ICMAHEA) tahun 2020 merupakan konferensi yang sangat diperlukan dalam bagian membantu negara dalam penanggulangan Covid-19 melalui bidang penelitian.

um-palembang.ac.id

Guru Besar Ilmu Ekonomi UGM Yogyakarta ini menjelaskan, konferensi internasional ini diharapkan akan muncul penelitian terapan yang akan membantu negara baik yang jangka pendek, maupun jangka panjang. Budaya penelitian harus ditignkatkan karena dosen tidak boleh berleha. “Pandemi Covid-19 mewajibkan kita untuk terlibat dalam mengatasi permasalahan ini” ulasnya.

Kendati demikian, dimasa mendatang, para dosen harus menggencarkan penelitian yang mengangkat isu Covid-19. Karena saat ini banyak kultur kehidupan yang berubah terutama sisi ekonomi, dan pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Fatimah, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., Wakil Rektor IV Dr. Antoni, M.H.I., dan Direktur Pascasarjana Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Penanaman Modal di Daerah Diharapkan dapat Menggairahkan Perekonomian Lokal, dan Meningkatkan PAD

um-palembang.ac.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Periode 2019-2024 AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, membuka secara resmi kegiatan Uji Sahih Naskah Akademik Rancangan Undang Undang (RUU) Tentang Penanaman Modal di Daerah, yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin, 21 September 2020.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang dianugerahi dengan sumberdaya alam yang melimpah.  Namun, tanpa disadari tidaklah mudah mengelola sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang melimpah tersebut dalam rangka menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Saat ini pemerintah kita telah menetapkan bahwa dalam rangka meningkatkan pembangunan nasional, maka pelaksanaan pembangunannya dimulai dari pinggir atau dari daerah, dengan memberikan titik tekan pada kemampuan, karakter dan sumber daya khas dari masing-masing daerah.

Karena menurutnya, apabila daerah terbangun dan kuat, maka negara dan bangsa akan menjadi kuat pula. Untuk mengelola sumber daya alam tersebut diperlukan investasi langsung, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Lahirnya Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kemampuan daya saing usaha nasional, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional, serta mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan.

um-palembang.ac.id

Namun, setelah 13 tahun keberadaan UU Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal tersebut, belum ada perubahan yang siginfikan terkait peningkatan aliran investasi ke Indonesia, khususnya ke daerah-daerah. Sampai saat ini pertumbuhan PMA di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Salah satu masalahnya memang menyangkut prosedur dan waktu perizinan mendirikan bisnis yang cukup banyak dan lama.

Ia menjelaskan, menurut data World Economic Forum tahun 2018, butuh waktu 25 hari untuk mengurus perizinan di Indonesia. Jumlah prosedur yang harus dilalui ada 11 prosedur. Jumlah tersebut lebih banyak dari rata-rata negara Asia Tenggara lainnya yang hanya 8,6 prosedur. Selain itu, dari data yang diterbitkan oleh Bank Dunia, tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia pada tahun 2020 masih berada pada ranking 73. Padahal, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2020-2024 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi setiap tahun meningkat. Adapun target pertumbuhan ekonomi RPJMN 2020-2024 berkisar antara 5,3 – 6.5% per tahun.

Itu artinya dibutuhkan investasi sekitar besar Rp 35 ribu triliun sepanjang tahun 2020-2024. Dari total kebutuhan tersebut, pemerintah dan BUMN akan menyumbangkan masing-masing sebesar 8,4 sampai 10,1%. Sedangkan sisanya diharapkan akan dipenuhi dari kalangan swasta.

“Hal ini menunjukkan, kehadiran pelaku usaha mempunyai peran penting dalam pembangunan berbagai sektor di daerah. Pelaku usaha tentu akan datang jika peluang untuk melakukan kegiatan usaha terbuka” ulasnya.

Pada kesempatan ini juga AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menambahkan, sejak diterbitkannya Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan terakhir diperbaharui pada tahun 2014, salah satu kewenangan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yakni mengelola Penanaman Modal atau investasi di Daerah. Pemerintah saat ini juga telah melakukan berbagai upaya dengan menerbitkan banyak paket kebijakan agar dapat mendorong masuknya investasi. Termasuk Inpres tentang kemudahan Berusaha di Indonesia.

Lanjutnya, namun demikian, usaha memperbaiki kemudahan berusaha tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga perlu dukungan dari pemerintah daerah. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah membagi urusan pemerintahan terkait dengan bidang Penanaman Modal antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa berangkat dari pemikiran di atas terlihat bahwa penanaman modal sangat diperlukan bagi daerah untuk menggairahkan perekonomian lokal, sekaligus mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini menjadi problematika tersendiri bagi Pemerintah Daerah. Karena berdasarkan amanat Pasal 22D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tugas dan fungsi DPD RI melalui alat kelengkapannya yaitu Komite IV, melihat persoalan penanaman modal ini perlu disempurnakan dalam era otonomi daerah, sehingga Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) saat ini sedang menyusun Rancangan Undang Undang dan telah menyiapkan Naskah Akademiknya.

“Dalam rangka menyempurnakan Rancangan Undang-Undang dimaksud, maka hari ini dilakukan Uji Sahih guna menyerap dan mengamodir masukan terhadap materi muatan RUU Penanaman Modal di Daerah yang telah disusun oleh Komite IV DPD RI” tambahnya.

Editor: Rianza Putra