um-palembang.ac.id

Tes Tahap 2 Gelombang I, FK Universitas Muhammadiyah Palembang Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat

Palembang, um-palembang.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Palembang menerapkan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat saat menggelar Tes Tahap 2 Gelombang I guna mencegah penularan selama pelaksanaan ujian.

“Meskipun masih di suasana pandemi Covid-19, kita berharap pelaksanaan Tes Tahap 2 Gelombang I Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berjalan dengan lancar, tertib dan aman”, ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Senin (13/7/2020).

um-palembang.ac.id

Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Tes Tahap 2 Gelombang I, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada tahun ini universitas tersebut memberlakukan protokol kesehatan secara ketat mengingat pelaksanaan tes masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Berdasarkan edaran yang dikeluarkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang bahwa pada hari pelaksanaan tes yakni hari Senin dan Selasa ( 13- 14 Juli 2020), semua peserta tes terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu dan anamnesis singkat (gejala demam, batuk, dan pilek). Apabila dalam pemeriksaan tersebut peserta dinyatakan sakit, maka peserta tidak diperkenankan untuk mengikuti tes tahap 2 gelombang I, namun akan diikutkan pada tes tahap 2 gelombang II.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Sambut Idul Adha 1441 H, Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Pengajian

Palembang, um-palembang.ac.id – Lembaga Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar pengajian dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Selasa (14/7/2020).

Pengajian tersebut diikuti Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Lembaga, dan Pegawai di lingkungan Kantor Pusat Administrasi Universitas Muhammadiyah Palembang, dengan narasumber Andriyanto, M.Pd.I., yang mengangkat tema “Hikmah Idul Adha dan Ibadah Qurban”.

Dalam materinya, Andriyanto, M.Pd.I., menyampaikan bahwa, hikmah Idul Adha saling berbagi rizki, karena pada hari raya ini, umat muslim yang mampu akan membeli dan menyerahkan hewan kurban kepada masjid terdekat atau kepada kaum dhuafa yang membutuhkan. Hal ini menjadi momentum yang baik dimana setiap muslim bisa saling berbagi, saling membantu, dan saling berbagi rezeki, lewat hewan kurban yang dibagikan tersebut.

Selanjutnya ikhlas dalam semua cobaan, berkurban jadi jalan ketaqwaan karena Jika sebelumnya kita merasa kesulitan untuk memiliki ketaqwaan tinggi kepada Allah SWT, seperti sulit meninggalkan larangan-Nya, dan merasa hati gundah gelisah karena sering kali meninggalkan perintah-Nya. Karena itu, pada hari raya idul adha memberi keutamaan untuk menghadapi permasalahan tersebut yaitu dengan cara memberikan kebahagian sesama saudara muslim dengan membantu para al fuqoro dan orang orang yang kurang mampu.

Andriyanto, M.Pd.I., menambahkan bahwa hikmah berqurban bebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah memberikan ni’mat yang banyak kepada kita, bagi orang yang beriman kepada Allah, dapat mengambil pelajaran dari keluarga nabi Ibrahim As, sebagai realisasi ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT, dan Membangun kesadaran tentang kepedulian terhadap sesama, terutama terhadap orang miskin.

 

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Proses Penjaminan Mutu Perkuliahan Daring di Universitas Muhammadiyah Palembang Tetap Terjamin

Palembang, um-palembang.ac.id – Proses penjaminan mutu yang sudah dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Palembang dan apa saja yang dapat dilakukan Perguruan Tinggi lain untuk tetap menjamin mutu pada saat ini adalah fokus yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Palembang adalah bagaimana menjaminkan mutu perkuliahan daring pada saat pandemi covid-19 dengan harapan dapat meningkatkan akses mahasiswa dalam perkuliahan daring sesuai dengan tujuan yang ditentukan.

Selain itu Universitas Muhammadiyah Palembang melalui Lembaga Penjaminan Mutu, juga lebih menggunakan istilah “Monev” dari pada menggunakan istilah “Audit Mutu Internal”, agar Universitas Muhammadiyah Palembang juga lebih memfokuskan pada hasil evaluasi yang lebih efektif guna menentukan mana pembelajaran luring atau daring, sehingga data ini akan terus dikembangkan untuk menyempurnakan proses pembelajaran daring semester selanjutnya. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyusun instrumen tersendiri, karena sekarang lebih terfokus pada kegiatan yang sedang berlangsung.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan kata sambutan dalam Seminar Online “Sistem Penjaminan Mutu Menuju Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang, Selasa (14/7/2020).

Dr. Nuril Furkam, M.Pd., Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II menjadi naarsumber dalam Seminar Online tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutanya menjelaskan bahwa penjaminan mutu di Universitas Muhammadiyah Palembang akan terus dikembangkan, sifatnya harus melayani dan menyesuaikan keadaan bukan hanya menuntut. “Ketika perkuliahan daring ini kita perlu banyak melakukan evaluasi guna memastikan mutu tetap terjamin. Dalam Situasi covid yang belum menentu ini, Universitas Muhammadiyah Palembang harus mempunyai skenario baru mengenai kuliah daring, sehingga mahasiswa tidak merasa terbebani, dan dosen yang mengajarkan pun juga dapat memaksimalkan proses pembelajaran” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Palembang guna menjawab permasalahan belajar dari rumah atau Learning from home (LFH) , yakni UMPalembang sedang mengembangkan dan menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau yang dikenal dengan program SPADA Indonesia (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia).

Banyak strategi yang sudah dilaksanakan oleh UMPalembang guna menyikapi pembelajaran daring. Salah satunya adalah sesuai surat edaran Dirjen Dikti, yang memberikan panduan mengenai pembelajaran daring dan untuk penerapan akan bergantung pada bagaimana kebijakan masing-masing Perguruan Tinggi.

Kendati demikian, tidak boleh menurunkan capaian pembelajaran pada saat pembelajaran daring, sehingga tidak ada perbedaan antara pembelajaran daring maupun luring, oleh karena itu perlu dibentuk Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Guna mengatasi permasalahan untuk mata kuliah rumpun ‘eksakta’ yang harus melaksanakan praktikum, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Palembang menyarankan untuk menggunakan sistem Hybrid Learning bagi seluruh dosen pengampu mata kuliah tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan bahwa saat ini dosen di fakultas eksakta seperti Fakultas Teknik,Pertanian dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang, Selama menjalani perkuliahan daring, cenderung menggunakan sistem “Flip learning”, yang artinya mahasiswa diberikan materinya terlebih dahulu sehingga mahasiswa dapat belajar secara mandiri lalu pada pertemuan selanjutnya baru mendiskusikannya, sehingga tugas yang diberikan pun juga berupa proyek mandiri yang akan di kumpulkan melalui platfrom online seperti google clasroom.

“Dosen juga diharapkan memadukan antara semua platform yang menyediakan layanan pembelajaran daring, guna menyiasati mahasiswa yang jenuh dalam sistem tersebut” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Kampus “Merdeka Belajar” Harus Kreatif, dan Banyak Membangun Jaringan Mitra

Palembang, um-palembang.ac.id – Konsep Kampus Merdeka bisa menghasilkan lulusan yang siap menghadapi segala masalah di dunia nyata, sifat program ini adalah hak bagi mahasiswa, karena itu perguruan tinggi berkewajiban memfasilitasi agar mahasiswanya mampu melakukan program ini. Maka itu, perguruan tinggi juga dituntut untuk kreatif, agar mahasiswa terkait bisa memperoleh yang terbaik. Universitas dapat bekerjasama dengan organisasi, praktik kerja, dan kelembagaan kerja untuk membuka program studi, dimana nantinya Kementerian bersama Perguruan Tinggi dan mitra prodi melakukan pengawasan bersama.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam memberikan kata sambutan Webinar “Sosialisasi Merdeka Belajar di Kampus Merdeka” kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Senin (13/7/2020). 

Dr. Suprapedi, M.Eng, Sc., Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, menjadi narasumber dalam Webinar tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutanya mengatakan, sebagai contoh, saat perguruan tinggi ingin membuka Prodi Perbankan, pihak Universitas dapat mengkonfirmasi pada Bank yang menjadi mitra, berapa kebutuhan karyawan dari Bank tersebut, lalu membuat kurikulum bersama, proses perkuliahannya sesuai dengan keinginan Bank, dan nantinya mahasiswa pada prodi melakukan praktek di Bank, sehingga ketika lulus, alumni dapat langsung bekerja.

Ia melanjutkan bahwa dalam dunia pendidikan akan memberikan dampak bagi perkembangan SDM dalam menghadapi era perkembangan teknologi yang cukup pesat. “Kampus Merdeka seolah mendorong kita untuk terus mendistrubsi diri agar tidak tergerus majunya teknologi, terlebih Kampus Merdeka ini adalah langkah awal dari kebijakan untuk pendidikan tinggi. Paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. Ini tahap awal untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak. “Kita masih belum menyentuh aspek kualitas. Lantas apa arti kampus merdeka tersebut Otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) Yakni

Pertama, otonomi untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan.

Kedua, Program re-akreditasi otomatis Program re-akreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Mendatang, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis.

Evaluasi akreditasi akan dilakukan BAN-PT jika ditemukan penurunan kualitas yang meliputi pengaduan masyarakat dengan disertai bukti yang konkret, serta penurunan tajam jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan lulus dari prodi ataupun perguruan tinggi. Kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH).

Ketiga Hak belajar selama 3 semester di luar prodi studi Memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks).

“Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak sks di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks. Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil sks di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan. Ada 8 kegiatan yang mendukung proses pelaksanaan Kampus Merdeka, yakni mahasiswa melakukan magang, mahasiswa membangun desa, mahasiswa mengajar, pertukaran mahasiswa, mahasiswa melakukan riset, mahasiswa berwirausaha, mahasiswa melakukan program kemanusiaan, dan mahasiswa membuat project independen” tambahnya.

um-palembang.ac.id

Kualitas Dosen Menjadi Kunci Utama dalam Mensukseskan Kebijakan New Normal dan Merdeka Belajar Pada Perguruan Tinggi

Palembang, um-palembang.ac.id – Merdeka belajar dapat diwujudkan dengan menggali potensi para Dosen dan Mahasiswa untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Disinilah kualitas Dosen menjadi kunci utama. Dosen yang berkualitas dan berkompeten dapat mendorong kesuksesan belajar Mahasiswa. Dosen tidak akan bisa digantikan oleh teknologi. Teknologi hanyalah alat bantu Dosen dalam meningkatkan potensi mereka dan menjadi penggerak terbaik untuk mereka dapat memimpin pendidikan di perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam  memberikan kata sambutan Webinar Nasional “Strategi Menghadapi Kebijakan New Normal dan Merdeka Belajar Pada Perguruan Tinggi”, Senin (13/7/2020).

Dr. Ir. Muchlas Arkanudin., M.T., Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta., Dr. Ir. Kgs. A Roni, M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang., dan Ir. Sri Sunarjono, M.T.,Ph.D., IPM., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta., menjadi narasumber dalam Webinar Nasional tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, kita harus siap siaga untuk menghadapi era normal baru, yang pastinya akan sangat berbeda dengan normal sebelumnya. Dari yang awalnya bebas berinteraksi dengan orang, sekarang kita harus mematuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun.  Tentu normal saat ini memiliki nuansa yang sangat berbeda. Seluruh sektor kehidupan akan bersiap-siap menerapkannya, tak terkecuali dalam sektor pendidikan.

“Oleh karena itu perguruan tinggi harus mencari strategi yang perlu dilakukan agar sukses dalam menghadapi kebijakan new normal adalah menyiapkan dan membangun seluruh mental civitas akademika, kebijakan perguruan tinggi juga harus fleksibel tetapi tidak mengurangi standar” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., melanjutkan bahwa perguruan tinggi dalam menghadapi era new normal dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para civiltas akademika tentang kondisi new normal dalam situasi pandemi corona sekarang ini bakal berbeda dengan kondisi sebelumnya.

“Ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi, yang dapat dilakukan para dosen dalam mengajar antara lain dengan blanded metode atau metode campuran, metode itu mencampurkan metode online dan offline, yakni pembelajaran dengan metode online dan untuk presentasi serta diskusi dengan metode offline. “Sikap yang dapat dimiliki mahasiswa yaitu mandiri, disiplin, dan kreatif” ulasnya.

Ia menambahkan, pada konteks inilah konsep “merdeka belajar” yang digagas oleh Menteri Nadiem Makarim menjadi relevan, merdeka belajar merupakan konsep belajar secara mandiri dan kreatif yang memungkinkan pihak-pihak yang terlibat untuk terus berinovasi, terutama dengan membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

“Belajar dirumah atau Learning From Home kita tetap berusaha mewujudkan Kemerdekaan Belajar itu, tiba-tiba saja kita mulai bersahabat dengan aplikasi seperti Zoom, Google Classroom, Webex, dan lain-lain” tambahnya.

 

Editor: Rianza Putra

Future Drive UMPalembang

Materi Webinar Nasional Strategi menghadapi Kebijakan New Normal dan Kampus Merdeka Pada Perguruan Tinggi

Berikut file materi para pembicara dalam acara Materi Webinar Nasional dengan Topik “Strategi menghadapi Kebijakan New Normal dan Kampus Merdeka Pada Perguruan Tinggi”

  1. Dr. Muchlas Arkanuddin, M.T. | Download
  2. Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D., IPM. | Download
  3. Kiagus Ahmad Roni, S.T., M.T., Ph.D. | Download

Alternatif Link Download Klik Disini

Kunjungi Website Kami Dibawah Ini

um-palembang.ac.id Logo-UAD-Berwarna UMS-Logo Resmi

um-palembang.ac.id

BSN dan Universitas Muhammadiyah Palembang Tanda Tangani MoU

Palembang, um-palembang.ac.id – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali bekerjasama dengan Perguruan Tinggi, kerja sama di Pembinaan dan Pengembangan di Bidang Pendidikan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Melalui Tridarma Perguruan Tinggi. Setelah sebelumnya merangkul beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

BSN kali ini bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang. Penandatangan naskah MoU dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Drs. Kukuh S. Achmad, M.Sc., yang dilakukan secara daring dalam Webinar “Penerapan Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000:2018”., Rabu, (8/7/2020).

um-palembang.ac.id

Seperti yang telah dilakukan sebelumnya ada 5 isi kerja sama, yaitu pendidikan, pelatihan, dan promosi standardisasi di lingkungan lembaga pendidikan, peningkatan partisipasi pakar di lingkungan lembaga pendidikan dalam kegiatan standardisasi, pertukaran informasi standardisasi, pembinaan laboratorium di lingkungan universitas, dan riset dan diseminasi hasil riset di bidang standardisasi termasuk penyelenggaraan Pertemuan dan Presentasi llmiah Standardisasi.

Dalam sambutanya, Kepala BSN Drs. Kukuh S. Achmad, M.Sc., mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Palembang yang telah menginisiasi kegiatan ini, karena perguruan tinggi memiliki Critical Mass yang terdiri mahasiswa dan dosen yang memiliki kompetensi kolektif.

“Kegiatan standardisasi memerlukan sarana yang tidak sedikit, termasuk SDM, oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki sarana SDM yang mumpuni, dan kedepan SDM tersebut akan terlihat dalam standardisasi di Indonesia” jelasnya.

Ia menambahkan, Manajemen Risiko menjadi salah satu landasan yang cukup dibutuhkan dalam standardisasi di Indonesia, dan BSN memiliki kewajiban untuk mendorong standardisasi Internasional disetiap elemen dengan regulasi yang berstandar risiko diantaranya di perguruan tinggi.

um-palembang.ac.id

Pada kesempatan yang sama, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan bahwa, manajemen risiko bukan hal yang baru. Setiap organisasi bisnis termasuk juga perguruan tinggi menetapkan tujuan yang ingin di capai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dalam rangka merealisasikan visi misi yang telah dibuat. Manajemen Risiko itu dapat diartikan sebagai proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.

Kemudian ia melanjutkan, bahwa merujuk kepada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2018 tentang ijazah, sertifikat kompetensi, sertifikat profesi, gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi, maka sejak 20 Desember 2018 Perguruan Tinggi perlu meningkatkan kompetensi lulusan melalui Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Profesi.

Bahkan, di lingkungan perguruan tinggi, Manajemen Risiko khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Namun bagi mahasiswa yang mempunyai minat untuk mendalami manajemen risiko terbuka peluang untuk dapat mengikuti. Pendalaman tentang manajemen risiko ini akan menambah nilai karena yang bersangkutan mempunyai komptensi di bidang manajemen risiko dapat menjadi sertifikat keterangan pendamping ijazah.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang mewakili Indonesia dalam keanggotaan di ISO telah membentuk Komite Teknis 03-10 – Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan dengan anggota perwakilan dari pihak yang berkepentingan, yakni pakar, akademisi, masyarakat (konsumen), dan pemerintah. Komite Teknis ini telah menyusun seri SNI Manajemen Risiko, diantaranya SNI ISO 31000:2018 (Pedoman Manajemen Risiko), SNI ISO/IEC 31010:2016 (Teknik Penilaian Risiko, SNI 8848:2019 (Panduan Implementasi SNI ISO 31000 di Sektor Publik), dan SNI 8849:2019 (Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Implementasi SNI ISO 31000).

“Merujuk kerjasama ini dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam kompetensi manajemen risiko ini akan membuka peluang bagi perguruan tinggi, khususnya Universitas Muhammadiyah Palembang untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang manajemen risiko” tambahnya.

 

Editor: Rianza

Header Pos WEBINAR Nasional New Normal Kampus Merdeka

Webinar Nasional “Strategi menghadapi Kebijakan New Normal dan Kampus Merdeka Pada Perguruan Tinggi”

WEBINAR NASIONAL
Topic: Strategi menghadapi Kebijakan New Normal dan Kampus Merdeka Pada Perguruan Tinggi
Waktu: 13 Juli 2020, 08:00 WIB | Via Aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube Universitas Muhammadiyah Palembang

Pembukaan Acara:
Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.
Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang

Pembicara:
Dr. Muchlas Arkanuddin, M.T.
Rektor Universitas Ahmad Dahlan

Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D., IPM.
Dekan Fak. Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Kiagus Ahmad Roni, S.T., M.T., Ph.D.
Dekan Fak. Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang

Moderator:
Dr. Gunawan Ismail, S.Pd., M.Pd.
Dosen FKIP UM Palembang

Registrasi:
https://bit.ly/newmerdekaWEBINAR
Isi Form UMPalembang

 

Join Zoom Meeting:
https://us02web.zoom.us/j/4119792020?pwd=djRFZmROVy9GRk1RS0RqK2F6eWhFZz09
Meeting ID: 411 979 2020
Password: 1979
Terbatas Hanya 500 Peserta yang Bisa Join Pada Zoom, Peserta 500+ dapat Mengikuti Melalui Live Streaming Pada Youtube Universitas Muhammadiyah Palembang

Youtube UMPalembang

 

 

WEBINAR Nasional New Normal Kampus Merdeka 2020

um-palembang.ac.id

Hasilkan Poin 363, Prodi Administrasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang Raih Akreditasi A

Palembang, um-palembang.ac.id — Program Studi (Prodi) Prodi Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang memperoleh akreditasi A (sangat baik).

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No. 3795/BAN-PT/Akred/S/VII/2020, yang menyatakan bahwa Prodi Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang dengan poin 363, yang berlaku mulai 07 Juli 2020 sampai 07 Juli 2025.

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., mengatakan, keberhasilan akreditasi ini karena Prodi Administrasi Pendidikan mampu mengikuti ukuran standar nasional. Aspek-aspek pendukung dokumen borang mampu mencapai standar yang telah ditetapkan BAN-PT.

Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., memastikan pihaknya terutama FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang akan selalu mengutamakan kualitas ke depannya. Apalagi, Prodi Administrasi Pendidikan telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.

“Sehingga dokumen-dokumen tertata, kemudian kita juga familiar dalam membuat laporan dan mengupayakan agar mahasiswa di FKIP menjadi lebih kompeten,” lanjutnya.

Setelah mendapat Akreditasi A. Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., menambahkan bahwa Prodi Administrasi Pendidikan memiliki tanggung jawab kian besar. Saat ini yang menjadi tantangan maupun hasil ke depan terkait dalam bidang karir pendidikan. Pasalnya, lebih banyak dunia kerja yang mengutamakan lulusan S1 dengan mengedepankan mobilitas untuk persiapan ke dunia kerja.

Editor: Rianza

um-palembang.ac.id

Perkuat Sinergitas, Dandim 0418/Palembang Kunjungi Universitas Muhammadiyah Palembang

Palembang, um-palembang.ac.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan Wakil Rektor menerima kunjungan Komandan Kodim 0418/Palembang, Kolonel Inf Heny Setyono S.Psi, Selasa (7/7/2020).

Dalam pertemuan yang jauh dari kesan formal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan gambaran secara umum tentang Universitas Muhammadiyah Palembang. Tidak hanya itu, Ia juga menyampaikan sekilas kegiatan baik yang bersifat akademik maupun non akademik walaupun ditengah pandemi covid-19 yang dijalankan di Universitas Muhammadiyah Palembang.

um-palembang.ac.id

”Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komandan Kodim 0418/Palembang, Kolonel Inf Heny Setyono S.Psi,. di Universitas Muhammadiyah Palembang. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin erat selama ini dapat terus ditingkatkan. Semoga jalinan kerja sama bisa berkembang dalam bidang lainnya” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan, Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Hj. Fatimah, S.E., M.Si., dan Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P.

Editor: Rianza Putra