Pengkaderan IMM di Universitas Muhammadiyah Palembang Harus Menggeliat

um-palembang.ac.id – Sebagai salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sangat diharapkan memperkuat dan menggeliatkan pengkaderan di dalam kampus, demi kelangsungan dakwah Muhammadiyah dikalangan mahasiswa.

Point penting tersebut disampaikan Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., dalam acara pembukaan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Palembang, 3-7 Agustus 2022. Bertempat di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan.

Kegiatan yang bertema “Transformasi Paradigma Kader dalam Membentuk Instruktur yang Berlandaskan Fastabiqul Khairat” ini turut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Arniza Nilawati, S.E., M.M., DPD IMM Sumsel, dan kader IMM peserta PID Nasional 2022 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., juga menyebutkan bahwa pengkaderan harus menjadi agenda utama di tubuh IMM, khususnya di Universitas Muhammadiyah Palembang karena persyarikatan berkepentingan dalam kelangsungan dakwah Muhammadiyah dikalangan mahasiswa.

Dan menurutnya latihan instruktur menjadi salah satu instrumen dari pengkaderan di IMM. Karena darul arqam dasar yang merupakan pengkaderan awal bagi mahasiswa di PTMA, dan instruktur menjadi pengelola utamanya, sehingga sangat penting PID ini demi terwujudnya kader IMM yang militan.

Selain itu, ujar Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., IMM juga harus dapat membangun wawasan dan jaringan komunikasi yang luas serta melakukan kaderisasi yang baik.

Ia juga menegaskan bahwa kader IMM harus dapat mengalir sesuai realitas kehidupan. Mengalir bukan berarti mudah terbawa arus, namun dapat mengikuti perkembangan zaman dan isu yang ada di tengah masyarakat.

Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., menambahkan kader IMM yang militan baginya adalah seseorang yang mampu menyikapi permasalah yang ada di masyarakat dengan proporsional. Esensi dasar dari seorang kader militan menurutnya adalah orang yang dapat mengikuti informasi atau isu yang sedang terjadi.

Editor: Rianza Putra