um-palembang.ac.id

Terapkan Protokol Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Sholat Idul Adha 1441 H

Palembang, um-palembang.ac.id – Menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19, Universitas Muhammadiyah Palembang menyelenggarakan kegiatan sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriah di lapangan Fakultas Teknik. Rangkaian Shalat Idul Adha ini dimulai pada pukul 07.15 WIB.

Sholat Idul Adha 1441 H di Universitas Muhammadiyah Palembang ini menghadirkan Khotib Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Imam Sholat Idul Adha 1441 H, oleh Drs. Ruskam Suaidi, M.H.I.

um-palembang.ac.id

Turut hadir Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Badan Pembina Harian, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, dosen, karyawan, dan masyarakat dikawasan Seberang Ulu II Palembang.

Dalam laporannya, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Antoni, M.H.I., mengatakan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang telah mengkoordinir ibadah qurban untuk Sapi 23 ekor, dan Kambing 4 ekor. Sebanyak 7 Sapi dibagikan kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) diantaranya PRM Talang Kelapa Palembang, PRM Sungai Rasau Palembang, PRM Sungai Pinang Banyuasin, PRM Gandus Palembang, PRM Kebun Bunga Palembang, PRM Sungai Lais Palembang. dan PRM Plaju Ulu Palembang (Sumbangan Bank Sumsel Babel).

um-palembang.ac.id

“Universitas Muhammadiyah Palembang tahun ini, tidak menggelar pemotongan hewan qurban di kampus, tetapi dilakukan di lokasi jagalan pemotongan hewan dan dibeberapa Pimpinan Ranting Muhammadiyah” ulasnya.

Sementara itu, Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., dalam khotbahnya yang berjudul “Membangun Semangat Berbagi” mengungkapkan, sebagai umat muslim, diharuskan mampu menumbuhkan  dan meningkatkan empati kepada lingkungan sekitar, dan pihak-pihak yang terkena dampak musibah utamanya dimasa pandemi covid-19 ini. KBBI memaknai kata empati dengan keadaan mental yang membuat seseorang merasa dalam keadaan yang sama dengan orang/kelompok lain.

um-palembang.ac.id

“Dalam hal empati ini sikap islam sangat jelas, kita senantiasa dituntut menumbuhkan empati disetiap peristiwa, apalagi dalam suasana keprihatinan saat ini, yang salah satunya adalah banyaknya orang yang mendadak kehilangan penghasilan mereka” jelasnya.

Ia menambahkan, penjelasan sederhanya bahwa apabila menolong orang yangs edang kesulitan, tentunya kita kan memiliki kesempatan untuk belajar agar tidak tertimpa kesulitan dan kesusahan yang sama.

“Masa pandemi ini akan menjadi ujian bagi kita, namun yakinlah bahwa ada yang lebih sulit dari kita. Semoga rahmat Allah senantiasa memayungi langkah kita dari covid-19 dan segala musibah segera menjauh dari seluruh kehidupan umat manusia” tutupnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Re-Design Kurikulum Diharapkan dapat Memperbaiki “Nasib” Tamatan PT Agar “Berjodoh” dengan Dunia Kerja

Palembang, um-palembang.ac.id – Langkah pergantian kurikulum yang diharapkan dapat memperbaiki “nasib” tamatan Perguruan Tinggi (PT) agar dapat bekerja atau “berjodoh” dengan dunia kerja atau dunia industri. Hal ini memberikan pesan bahwa ada problem penting yang harus diperhatikan di tengah pergantian kurikulum terkait dengan pengurangan angka pengangguran.

Karena kurikulum pendidikan tinggi merupakan program untuk menghasilkan lulusan, sehingga program tersebut seharusnya menjamin agar lulusannya memiliki kualifikasi yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam Webinar “Re-Design Kurikulum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang Berbasis Merdeka Belajar” dengan narasumber Prof. Aris Junaidi, Ph.D., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Lincolin Arsyad, M.Ec., Ph.D., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Dr. Nuril Furkam, M.Pd., Plt LLDikti Wilayah II, serta Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., menjadi moderator, pada Selasa (28/7/2020).

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, inovasi dalam dunia Pendidikan tinggi menjadi sesuatu yang amat sangat penting. Inovasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran, inovasi dalam riset dan inovasi dalam bidang pengabdian pada masyrakat. Inovasi tidak bisa di¬lakukan tanpa ruang bergerak, inovasi sangat berkem¬bang dalam ekosistem yang tidak dibatasi ini adalah spirit kampus merdeka, Perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Sehingga dalam melakukan perubahan kurikulum Perguruan Tinggi terlebih dahulu  harus melalukan beberapa hal, yang erat kaitannya dengan pemberlakuan kurikulum itu sendiri antara lain :

  1. Menyiapkan Regulasi Internal yang sejalan dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah
  2. Menetapkan Standar Mutu yang melampaui standar yang ditetapkan oleh Pemerintah
  3. Menyiapkan Sumber Daya Manusia (Dosen dan Tenaga Kependidikan)
  4. Mempersiapkan Sarana dan Prasarana Pembelajaran terutama Teknologi Informasi

Ia menambahkan, pembaharuan kurikulum merdeka belajar – kampus merdeka ada beberapa hal yang harus di perhatikan antara lain :
1. Kurikulum harus mampu menyerap :
a. perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) (scientificvision),
b. kebutuhan masyarakat (societal needs),
c. serta kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder needs)
2. Kurikulum harus mampu mewujudkan Link and Match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
3. Kurikulum yang dibentuk merupakan sarana pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan

Oleh karena itu, re-design atau peninjauan kurikulum tetap harus berpedoman kepada Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi antara lain :
1. Tetap mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
2. Aspek Pendidikan dan pembentukan Moral dan Kepribadian harus tetap menjadi dasar pengembangan
3. Kurikulum Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan           tersebut. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel
4. Tujuan Akhirnya tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Wagub Sumsel Lepas 469 Mahasiswa KKN Angkatan Ke-54 Universitas Muhammadiyah Palembang

Palembang, um-palembang.ac.id – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ir. H. Mawardi Yahya, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs. Riza Pahlevi, M.M., dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., melepas 469 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan Ke-54, Senin (27/7/2020).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, LPPM, Pengelola LPKKN, Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Bupati dan Walikota serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumatera Selatan yang menyaksikan melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube Universitas Muhammadiyah Palembang.

um-palembang.ac.id

Dalam sambutanya Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, KKN kali ini dirasakan sangat berbeda dengan kegiatan yang dilaksanakan pada periode-periode sebelumnya, karena berlangsung pada saat dunia masih dilanda Pandemi Corvid-19, dimana kita dipaksa untuk hidup dalam suasana baru atau New Normal. Kegiatan KKN dimana Mahasiswa yang seharusnya dapat beriteraksi secara langsung kepada masyarakat dalam mengamalkan ilmu pengetahuan yang di dapatkan di kampus, menjadi sangat terbatas karena dibatasi oleh protokol kesehatan.

“Kegiatan KKN di tengah masa pandemi Covid-19, diharapkan agar mahasiswa meng-edukasi atau memberikan pemahaman warga masyarakat terhadap pandemi Covid-19 secara benar. Di samping itu diminta Juga kepada mahasiswa untuk membantu mensosialisasikan pola hidup “ New Normal” terhadap kelompok masyarakat , sehingga Pandemi virus corona ini dapat segera berlalu” ulasnya.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, KKN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang tidak semata-mata sebagai pemenuhan dari kurikulum yang ada tetapi lebih dari itu kegiatan KKN juga bagaimana mahasiswa dapat berinteraksi dengan masyarakat dalam menerapkan ilmu yg telah ia dapat bahkan lebih dari itu sebagai mahasiswa yang di didik di kampus yang mempunyai Motto “ UNGGUL dan ISLAMI”.

“Saya berpesan mahasiswa peserta KKN Angkatan Ke-54 Universitas Muhammadiyah Palembang harus bisa menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat khususnya dalam beribadah, sehingga tujuan dari Muhammadiyah untuk mensyiarkan Islam akan dapat terwujud” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Drs. Riza Pahlevi, M.M., menambahkan, pandemi covid-19 merubah metode pelaksanaan KKN tahun ini, oleh karena itu mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang harus menjadi solusi dalam penyelesaian, dan menjadi motor penggerak untuk mensosialisasikan protokol kesehatan ditengah masyarakat, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang selamat mengikuti KKN secara mandiri, dan junjung selalu “SEHAT” Sains selalu diisi, Etika dijunjung, Hasilkan prestasi, Aplikasikan program kerja, Tangguh menjaga imunitas karena masyarakat harus berkembang dan maju bersama” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Rektor UMPalembang Menjadi Narasumber Seminar Online Tantangan Pemasaran/Keuangan/SDM Era New Global

Palembang, um-palembang.ac.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjadi narasumber dalam Seminar Online “Tantangan Pemasaran/Keuangan/SDM Era New Global”.

Kegiatan tersebut Diselenggarakan oleh Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Palembang dengan turut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Wibowo, MPhil., Guru Besar Universitas Prof. Dr. Moestopo., Prof. Dr. Husein Umar, S.E., M.M., MBA., Guru Besar Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie., dan Dr. Ir. Js. Andy Tj., M.M., Direktur PT (CV) Jos Anugerah Tjipta, Sabtu (25/7).

Dalam materinya, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers, akan berdampak pada keuangan, likuiditas dan sumber dana sebesar 71 persen, potensial resesi global 64 persen, penurunan produktivitas sebesar 41 persen dan penurunan konsumsi sebesar 40 persen. OECD memperkirakan bahwa aktivitas ekonomi global akan turun 6% pada tahun 2020 dan pengangguran OECD naik menjadi 9,2% dari 5,4% di 2019.

“Bahkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Statista dampak covid-19 terhadap sector industry, maka sector yang paling terkena dampak adalah sector manufacturing, travel & transportasi serta retail, penelitian dilakukan dengan menggunakan 5 dimensi yaitu personal, operation, supply chain, revenue dan penilaian keseluruhan” ulasnya.

Ia menjelaskan, banyak sector industry yang menderita karena adanya covid-19 ini, karena manufacturing, travel dan tranportasi serta perdagangan retail menghentikan operasional sementara bahkan ada yang menutup permanen, hal ini menyebabkan sebagian karyawan di minta untuk berkerja dari rumah (working from home) atau dirumahkan sementara atau juga dirumahkan permanen dengan demikian produktivtas turun dengan drastis.

“Dengan adanya perubahan pola kerja WFH, dirumahkan sementara dengan potongan gaji/upah ataupun dirumahkan permanen (kehilangan pekerjaan), maka tersebut akan menyebabkan pendapatan dari sebagian pegawai jadi turun” jelasnya.

Kendati demikian, berkurangnya jam operasional pada perusahaan yang berakibat menurunnya produktivitas maka pendapatan akan turun dan laba juga turun. Sehingga dilihat dari sudut manajemen keuangan makan sumber penerimaan perusahaan akan turun.

Bahkan yang naik adalah biaya pulsa internet, karena sering berhubungan. Dengan adanya kondisi ini, adanya penurunan sumber sedangkan biaya tidak mengalami perubahan akan membuat perusahaan mendapat distress dan jika ini terus berlanjutnya makan akan bangkrut.

 

Editor: Rianza Putra

Future Drive UMPalembang

Materi Webinar: Tantangan Pemasaran/Keuangan/SDM Era New Normal

Berikut Daftar Materi yang disampaikan pada Webinar: Tantangan Pemasaran/Keuangan/SDM Era New Normal, Program Pascarjana Universitas Muhammadiyah Palembang Program Studi Manajemen.

  1. Prof. Dr. Wibowo, S.E.,M.Phil. | Download
  2. Prof. Dr. Husein Umar, BSt, SE, MM, MBA | Download
  3. Dr. Ir. Js, Andy Tj., MM | Download
  4. Dr. Abid Djazuli, S.E., MM. | Download

Alternatif Link Download Klik Disini

 

um-palembang.ac.id

Angkat Isu Potensi Limbah Padat Karbit, Arief Karim Menjadi Doktor Ke-76 Universitas Muhammadiyah Palembang

Palembang, um-palembang.ac.id – Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menorehkan prestasi, salah satu dosennya kembali berhasil menyandang gelar Doktor (S3).

Salah seorang dosen tetap Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang Ir. Arief Karim, M.Sc., berhasil meraih gelar Doktor. Ia berhasil lulus setelah menjalani Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Teknik Program Doktor Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, pada Jumat (24/7/2020) di Aula Gedung Lantai 2 Fakultas Teknik Unsri Kampus Bukit Besar Palembang.

um-palembang.ac.id

Dr. Ir. Arief Karim, M.Sc., mengangkat isu judul Disertasi “Potensi Limbah Padat Karbit Sebagai Absorben Pada  Pengolahan Air Asam Tambang” dengan Promotor Prof. Ir. Subriyer Nasir, M.S., Ph.D., Ko-Promoto Dr. Ir. Hj. Susila A. Rachman, DEA., dan Novia, S.T, M.T, Ph.D.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Teknik Program Doktor Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Dr. Ir. Arief Karim, M.Sc.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Dr. Ir. Arief Karim, M.Sc., dalam menyelesaikan Studi S3 Ilmu Teknik Program Doktor Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, dan menjadi dosen bergelar Doktor ke-76 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

“Semoga dengan diraihnya Doktor Ilmu Teknik ini, akan semakin membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang” ungkapnya.

 

Editor: Rianza Putra

 

 

um-palembang.ac.id

PWM, PWA, dan Rektor UMPalembang Ikuti Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah Tahun 2020

Palembang, um-palembang.ac.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Selatan, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengikuti Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah Tahun 2020, Minggu (19/7/2020).

Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah Tahun 2020 ini dilaksanakan via telekonferensi via Zoom dengan tema “Hadapi Covid-19 dan Dampaknya, Beri Solusi untuk Negeri”.

um-palembang.ac.id

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memutuskan untuk melaksanakan Tanwir secara daring pada Ahad, 19 Juli 2020. Keputusan yang diambil karena kondisi Covid-19 di Tanah Air ini merupakan kali pertama yang dilakukan Muhammadiyah. Melalui Tanwir ini, Muhammadiyah menegaskan komitmen dalam mencari dan memberi solusi terbaik membantu negeri mengurai dan mengatasi Covid-19.

um-palembang.ac.id

Hadir dari unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan :

  1. Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag.
  2. H. Nofrizal Nawawi, Lc., M.Pd.I.
  3. Drs. Abu Hanifah
  4. Dr. Purmansyah Ariadi, M.Hum.
  5. Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P.
  6. Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H.
  7. Dr. H. M. Idris, S.E., M.Si.
  8. dr. H. Pangestu Widodo, MARS.
  9. Dr. H. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I.
  10. Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si.
  11. Drs. Hasbi  Ashidiqqi, M.Pd.I.

Sedangkan dari unsur Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Selatan :

  1. Dra. Hj. Darmi Hartati, M.M.
  2. Dra. Hj. Muhanifah Amin
  3. Hanif El-Islam, S.Pd., M.M.
  4. Sugiarti, S.Ag.
  5. Eni Roza, Ketua PDA OKU Timur.
  6. Nilam Khairani, S.Ag., M.Pd.I.

Editor; Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Kampus Merdeka Diharapkan Memberikan Pengalaman Lapangan Yang Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Siap Kerja

Palembang, um-palembang.ac.id – Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh dan siap kerja. Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau yang dengan dengan metode SCL (student centered learning) yang sangat esensial.

Bahkan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Hal tersebut, disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam acara “Webinar Pengembangan Kurikulum Menuju Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sabtu (18/7/2020), dengan narasumber Prof. Dr. Sutrisno. M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia melanjutkan bahwa kaitan kurikulum Merdeka Belajar dengan Tuntutan Standar Pendidikan Tinggi Dalam rangka memenuhi tuntutan, arus perubahan dan kebutuhan akan Link and Match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), dan untuk menyiapkan mahasiswa dalam dunia kerja, Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.

“Melalui Merdeka Belajar –Kampus Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan sesuai perkembangan IPTEK dan tuntutan dunia usaha dan dunia industri” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan bahwa jika dicermati pergantian kurikulum yang terjadi sebagaimana disebutkan di atas selalu mengusung cita-cita ideal agar lulusan yang diproduksi oleh PT tidak menjadi sumber daya manusia yang idle dan jobless. Lulusan dapat diserap oleh dunia usaha atau industri serta menjadi creator lapangan kerja.

Sehingga perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pe-ngembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut. Kurikulum pendidikan tinggi merupakan program untuk menghasilkan lulusan, sehingga program tersebut seharusnya menjamin agar lulusannya memiliki kualifikasi yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI.

“Ini memberikan pesan bahwa ada problem penting yang harus diperhatikan di tengah pergantian kurikulum terkait dengan pengurangan angka pengangguran. Langkah pergantian kurikulum yang diharapkan dapat memperbaiki “nasib” tamatan PT agar dapat bekerja atau “berjodoh” dengan dunia kerja atau dunia industri” ulasnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Tes Tahap 2 Gelombang I, FK Universitas Muhammadiyah Palembang Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat

Palembang, um-palembang.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Palembang menerapkan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat saat menggelar Tes Tahap 2 Gelombang I guna mencegah penularan selama pelaksanaan ujian.

“Meskipun masih di suasana pandemi Covid-19, kita berharap pelaksanaan Tes Tahap 2 Gelombang I Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berjalan dengan lancar, tertib dan aman”, ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Senin (13/7/2020).

um-palembang.ac.id

Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Tes Tahap 2 Gelombang I, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada tahun ini universitas tersebut memberlakukan protokol kesehatan secara ketat mengingat pelaksanaan tes masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Berdasarkan edaran yang dikeluarkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang bahwa pada hari pelaksanaan tes yakni hari Senin dan Selasa ( 13- 14 Juli 2020), semua peserta tes terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu dan anamnesis singkat (gejala demam, batuk, dan pilek). Apabila dalam pemeriksaan tersebut peserta dinyatakan sakit, maka peserta tidak diperkenankan untuk mengikuti tes tahap 2 gelombang I, namun akan diikutkan pada tes tahap 2 gelombang II.

Editor: Rianza Putra