28279740_1990548804531518_5840053163368906752_o

Prof. Indawan: Lewat Komunikasi Permasalahan Masyarakat Bisa Diselesaikan

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan Pemeliharaan Peningkatan Kemampuan Binmas dapat Meningkatkan Kemampuan Polri Polda Sumatera Selatan, dalam rangka Penertiban dan Penegakan Hukum Bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas). Bertempat di Hotel Aston Palembang
Hadir dalam kegiatan tersebut Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol Iskandar Moch Zainuri, sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Kegiatan Pemeliharaan Peningkatan Kemampuan Binmas Polda Sumsel ini, diikuti jajaran Kepala Binmas kabupaten dan kota di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Dalam paparannya Prof. Indawan menyampaikan bahwa,dinamika masyarakat, Euphoria demokrasi saat ini sangat tinggi, jika berdemokrasi dan reformasi tersebut kebablasan maka akan terjadi masalah di tengah masyarakat, dan tingkat kesenjangan sosial akan menimbulkan faham radikal dikalangan masyarakat, oleh karena itu peran anggota kamtibmas sangat diperlukan. Cara dan gaya berkomunikasi penting peranya dalam pemecahan permasalahan tersebut.
Lebih lanjut Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Palembang ini menjelaskan, globalisasi harus dihadapi dengan bijak, karena akan menyebabkan menjadikan degradasi moral, dan bagi anggota Binmas Polri Sumsel dengan tugas pokok sebagai anggota kepolisian yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum, dan menjaga ketertiban, untuk mewujudkan hal tersebut perlu pengetahuan dan ketrampilan tentang cara berkomunikasi yang efektif.
 
“penyampaian komunikasi ke masyarakat sangat penting memahami kultur masyarakatnya” tambahnya.
 
Masih menurut Prof. Indawan, anggota binmas Polda Sumsel harus faham unsur-unsur komunikasi salah satunya yaitu adanya penerima karena peran komunikator harus memilih dan padanan kata yang dekat dengan gaya bahasa masyarakat. Basa-basi juga diperlukan karena sebelum memulai komunikasi akan mempermudah proses komunikasinya tapi pesan intinya harus tetap disampaikan.
 
“Sosial Media dan IT menjadi channel komunikasi yang sangat aktif diera sekarang, dan anggota kepolisian harus aktif dalam menyampaikan informasi melalui tulisan lewat media dan Sosial Media dan IT tersebut karena aksesnya sangat cepat sampai di masyarakat” ungkap Prof. Indawan.
 
Pada kesempatan tersebut, Guru Besar yang pernah menjadi Visiting Scholar di Ohio State University Amerika Serikat ini menjelaskan, komunikasi hanya 7% menggunakan kata-kata, 55% bahasa tubuh dan non verbal, dan menggunakan Nada dan Suara 35%. Tapi 7% komunikasi menggunakan kata-kata akan memberikan dampak yang luar biasa. Sehingga penggunakan kata-kata harus dicermati, dan ketrampilan verbal tersebut harus dimiliki setiap anggota Polda Sumsel.
“prinsipnya penggunaan 5W 1H harus ada dalam komunikasi verbal, danpPerbendaharaan kata harus banyak dalam berkomunikasi. Kata yang digunakan harus cocok dengan pendengar. Pilihan kata dan diksi disesuaikan dengan yang mendengarkan pembicara. Karena dalam berkomunikasi kepada masyarakat harus banyak mengenal istilah sederhana, dan nada berkomunikasi harus disesuaikan dengan gaya bahasa masyarakat. Konteks atau lingkungan dan budaya masyarakat juga menjadi faktor penting dalam komunikasi” ujar Prof. Indawan.
2

Guru Besar UMY Berikan Kuliah Tamu di Pascasarjana UMPalembang

Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, M.M., pakar ilmu Manajemen sumber daya manusia (SDM) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan kuliah tamu bertema “Kompetensi SDM, Kepemimpinan Strategik, dan Spritual” pada puluhan mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dalam paparanya, Prof. Heru Kurnianto Tjahjono yang juga Finalis Dosen Terbaik Nasional tahun 2012 ini memaparkan, model profesional dalam pendidikan manajemen yaitu hanya dengan menekankan penerapan scientific model, pendidikan manajemen konvensional yang mengabaikan pentingnya untuk mengkombinasikan dan menyeimbangkan art, craft, dan science, serta soul.

Prof. Heru Kurnianto Tjahjono juga menjelaskan, permasalahan yang banyak dihadapi orang-orang modern termasuk yang berprofesi sebagai manajer dan profesional adalah ketergantungan mereka pada pikiran sadar (conscious) dan mereka mengabaikan pikiran-pikiran sadar (subconscious).

Lebih lanjut Dosen terbaik 1 Kopertis DIYogyakarta ini menambahkan, manajer yang efektif adalah manajer yang meng-empower bawahan baik secara formal maupun interpersonal seperti coaching dan counseling.

Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) juga mengundang Prof. Husein Umar untuk menjadi dosen tamu di mahasiswa pascasarjana manajemen UMPalembang.

28167326_1988573594729039_3457603017224749056_n

Campus Expo, Rantai Informasi UMPalembang

Universitas Muhammadiyah Palembang mengikuti Campus Expo tahun 2018 yang digelar Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II bekerjasama dengan Harian Sumatera Ekspres, bertempat di Palembang Indah Mall, 23-25 Februari 2018.

Bagi Universitas Muhammadiyah Palembang Campus Expo ini bagian dari promosi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang), mengingat tidak lama lagi para siswa akan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Kepala Biro Humas dan Informasi Universitas Muhammadiyah Palembang R.A. Lindrayeni, S.E., M.Si., mengatakan, kami mengikuti kegiatan Campus Expo 2018 ini dalam rangka merancang agar para siswa dan orang tua tidak perlu lagi berkeliling mencari dan melihat informasi UMPalembang.

“Kami melihat bahwa antusias masyarakat kota Palembang sangat tinggi dalam mencari info PMB UMPalembang, hal ini dapat terlihat dari aktivitas mencari info di sosialmedia dan website resmi UMPalembang. Olehkarena itu mengikuti kegiatan Campus Expo 2018 ini menjadi salah satu langkah UMPalembang untuk lebih dekat memberikan informasi kepada masyaraka” ungkap R.A. Lindrayeni

Lebih lanjut R.A. Lindrayeni menambahkan, Campus Expo ini menjadi rantai Informasi bagi UMPalembang. Karena Universitas Muhammadiyah Palembang sendiri telah membuka penerimaan mahasiswa baru mulai Januari 2018 dan informasi selengkapnya bisa di akses di website resmi www.um-palembang.ac.id serta akun sosialmedia resmi kami yang ada di brosur.

28070916_1988065801446485_2346469717277822046_o

Prof. Indawan: Dokter Muda FK UMPalembang Bagian dari Kader Muhammadiyah

Janji dokter muda untuk mengabdi di amal usaha dan persyarikatan Muhammadiyah menjadi komitmen yang sangat diharapkan oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang dalam acara Pengumuman Kelulusan Tahap Akademik dan Angkat Janji Dokter Muda (Sarjana Kedokteran) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Palembang Periode II Tahun Akademik 2017/2018. Bertempat di Aula Amphiteater FK Universitas Muhammadiyah Palembang.

Hadir dalam kegiatan Pengumuman Kelulusan Tahap Akademik dan Angkat Janji Dokter Muda (Sarjana Kedokteran) Fakultas Kedokteran ini, Wakil IV Universitas Muhammadiyah Palembang Drs. Ruskam Suaidi, M.H.I., Direksi RSUD BARI Palembang Mewi Andriani, S.KM, M.Kes., Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr. Pangestu Widodo, MARS., Kadis Kesehatan kota Palembang Hj. Sri Yulianingsih, S.KM., M.Kes., Direksi RS Bhayangkara Palembang Etik Yuliana, dan Direksi RS dr. Rivai Abdullah Rustam Yan Heri.

Prof. Indawan juga menyampaikan, bahwa capaian hari melibatkan banyak pihak terutama keterlibatan orang tua sehingga proses selanjutnya yakni tahap profesi dapat selesai tepat waktu, dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang juga mengucapkan selamat kepada 71 dokter muda yang dilantik hari ini.

Lebih lanjut Prof. Indawan menambahkan, Harmoni antara UMPalembang dan jejaring RS pendidikan FK UMPalembang akan membentuk kerjasama yang baik dalam penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat.

“71 Dokter muda FK UMPalembang yang diambil sumpahnya hari ini dan akan melanjutkan tahap pendidikan profesi dokter di rumah sakit, merupakan bagian dari kader Muhammadiyah, jadilah kader yang selalu menjaga profesional dalam bekerja” ungkap Prof. Indawan.

q

Rektor UMPalembang Ikuti FRI di Makassar

Forum Rektor Indonesia (FRI) adalah lembaga normatif yang menjadi wadah komunikasi dan pertukaran ide, gagasan, serta strategi antar pemimpin perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mengingat akan pentingnya hal tersebut. FRI kembali menggelar Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Forum ini digelar di Gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Tamanlarea, Universitas Hasanudin, Makassar, 15-18 Februari 2018.

FRI 2018 diikuti 445 Rektor perwakilan perguruan tinggi dari berbagai kampus di seluruh Indonesia dan salah satunya Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., yang didampingi Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., mengikuti Forum Rektor Indonesia (FRI) di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar ini, dan Presiden Joko Widodo hadir secara langsung dalam peresmian pembukaan kegiatan tersebut.

Konferensi FRI mengambil tema “Memperkuat Karakter Bangsa Dalam Menghadapi Disrupsi Peradaban”. Beberapa pembicara kunci rencananya juga akan mengisi acara ini, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Riset Perguruan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Prof. Chaerul Tanjung, Yudi Latif, Prof. Muhammad Nuh, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko.

FRI bertujuan agar bisa memberi solusi alternatif serta saran strategis kepada pemerintah dan juga masyarakat terkait pengembangan regulasi dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. FRI juga menjadi salah satu lembaga yang ikut andil dalam langkah penting saat reformasi nasional 1998.

28061418_1985680851684980_5901583972048752228_o

Penyuluhan Peranan Zakat Infaq dan Sadaqah Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa

Mahasiswa KKN Posko 221 Kelurahan Betung Banyuasin, Universitas Muhammadiyah Palembang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), menyelenggarakan Acara Penyuluhan Peranan Zakat Infaq dan Sadaqah Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa di Kelurahan Betung.

Dalam acara tersebut menghadirkan Narasumber Dr. Mustopa Marlin Batubara, MP., Ketua LPPM UM Palembang, M. Jauhari, S.E.,M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan dan Hendri Nur Alam, S.E., M.Si., Dosen Fakultas Agama Islam .

“Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri beberapa posko yang ada di kecamatan Betung yaitu, Posko 222 Desa Sukamulya, Posko 223 Desa Bukit, Posko 224 Desa Srikembang,” Tutur Ikral Sawabi Selaku Ketua Pelaksana Kegiatan.

Dr. Mustopa menyampaikan Peranan Zakat Infaq dan Sadaqah tidak dapat terlpas dari kehidupan sehari-hari sebagai umat muslim. Untuk itu hendaknya kita faham akan peran dan tata cara pengeluaran zakat menurut syari’at islam. “diharapkan dengan terlaksananya acara yang menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN ini” pungkasnya.

27907715_1984747405111658_160375566361743482_o

Rapat Kerja Nasional Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Rapat Kerja Nasional Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Tema “Redistribusi Aset dan Kemitraan dalam Penguatan Ekonomi Umat”. Bertempat di Hotel Ultima Horison Palembang 14 – 16 Februari 2018.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Darmin Nasution, Ketua MUI Pusat Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Gubernur Sumatera Selatan Ir. Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Siroji, dan Pangdam II Sriwijaya.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan MUI dan pengusaha bisnis syariah se-Indonesia.

Azrul Tanjung selaku ketua PINBAS mengatakan, Pusat inkubasi bisnis syariah merupakan wadah menampung daya juang bisnis syariah di Indonesia. Bersama ormas Islam akan menggandeng mitra usaha MUI seperti Mayora Group, dan Garudafoot, sehingga nantinya akan menunjang usaha masyarakat menengah kebawah. Semoga pusat inkubasi bisnis syariah ini bisa diikuti ormas islam lainya.

Lebih lanjut Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan, Sumsel mendampingi Jakarta dalam Asian Games 2018 karena Sumsel merupakan provinsi yang zero konflik dan tidak konflik SARA dan motivasi masyarakat Sumsel yang besar dan tinggi dalam mendukung dan menghadapi Asian Games 2018.

“mari manfaatkan momentum Asian Games ini untuk mengembangkan bisnis syariah di Indonesia” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua MUI Prof. Dr. KH. Maaruf Amin mengungkapkan, MUI selalu berusaha menjaga keutuhan kesatuan bangsa karena negara ini sudah disatukan oleh pendiri bangsa yaitu melalui Pancasila.

Masih menurut beliau, Pancasila menjadi modal dalam berbangsa dan bernegara. Kesepakatan piagam Jakarta yang menjadi landasan Mukaddimah UUD 1945 dan hal ini menjadi perjanjian yang kuat sehingga mengingat kita untuk berkomitmen menjaga NKRI.

Kita juga mempunyai semangat saudara satu bangsa dalam mengembangkan prinsip memandang kerukuanan dalam beribadah. MUI mengkoordinasikan 70 ormas yang mengkondisikan ormas-ormas tersebut agar seiring sejalan.

MUI mendorong pemberdayaan ekonomi keumatan melalui arus baru ekonomi Indonesia karena jika ekonomi umat menjadi kuat maka negara Indonesia juga akan kuat.

“bank dan asuransi syariah di Indonesia memerlukan dukungan pelaku usaha binis syariah, dan PINBAS ini dibentuk untuk membentuk pelaku-pelaku syariah yang nantinya akan mengembangkan sistem keuangan syariah di Indonesia” pungkasnya.

27912777_1984889668430765_7176835196483551280_o

UMPalembang Lakukan Penandatanganan MoU dengan Monash University

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, yang diwakili Prof. Dr. Indawan, M.Pd., selaku Wakil Rektor I, kembali menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Monash University di kota Melbourne Australia, Kamis

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Prof Abid Khan, Deputy Vice Chancellor and Vice President (Blobal Engagement) of Monash University, Melbourne Australian dan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah serta 18 Rektor dan pimpinan PTM se-Indonesia termasuk salah satunya Universitas Muhammadiyah Palembang.

Penandatanganan MoU ini dalam rangka kegiatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Leader Visit Australia 2018, dan program ini merupakan inisiasi dari Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program ini juga melibatkan 18 Rektor dan pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia, serta dipimpin langsung oleh Ketua Majelis DIKTI PP Muhammadiyah, Prof. Lyncolin Arsyad.

Menurut Prof. Indawan, penandatanganan MoU tersebut tidak boleh selesai sebatas kesepakatan saja, namun harus segera diimplementasikan ke banyak aktifitas akademik yang melibatkan semua civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palembang.

Prof. Indawan juga menegaskan bahwa aktifitas terdekat yang akan mungkin dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) dan universitas partner adalah pertukaran mahasiswa dan dosen. “Sesuai dengan kesepakatan bersama, tentu semua Program Studi, sebagai core unit di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang yang diharapkan dapat merespon cepat kesepakatan yang telah dibuat UMPalembang dan universitas partner”, ujar Guru Besar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Sementara itu, dalam presentasinya Prof. Lyncolin arysad Ketua Majelis DIKTI PP Muhammadiyah menyebut bahwa banyak kemungkinan skema kerjasama yang mungkin dilakukan. Mulai dari riset dan publikasi bersama.

“dengan adanya penandatanganan MoU dengan Monash University ini, diharapkan pula seluruh PTM dapat saling belajar dan melakukan percepatan dalam internasionalisasi di lingkungan perguruan tinggi masing-masing” ungkap Prof. Lyncolin Arsyad.

27867785_1984245948495137_1082856611196706262_n

The visit of 18 rectors, Higher Education Research and Development Council and Muhammadiyah foundation to Australia

After visiting Holmesgles TAFE, the delegates visit Victorian State Goverment Office, then continue their visit to Victoria University (VU). A red carpet- welcome speech is delivered by Rhonda Hawkins AM as Deputy Vice-Chancellor of VU .

Some overviews of VU international programs presented to the delegates. Prof Lincolin Arsyad, as the Chairman of Higher Education, Research and Developmemt Council, Muhammadiyah Foundation responds by presenting the council and foundation profiles and introducing all delegates.

The potential collaborations on staffs exchanges and students mobility, and joint research and publications are soon realized by all Muhammadiyah colleges, especially those of participants (Melbourne, reported by IND, February 13, 2018)

27798146_1983791888540543_1529863000068925040_o

UMPalembang Menyambangi Holmesglen Institute of TAFE Australia

Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) berkesempatan menyambangi Holmesglen Institute of TAFE Australia. Kunjungan tersebut diinisisasi oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Rektor UMPalembang yang di Wakili oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan, M.Pd., dan 18 Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan awal kerjasama dengan Holmesglen Institute of TAFE Australia. Sebelum melaksanakan kunjungan, Prof. Indawan beserta rombongan melakukan kunjungan Kantor Pemerintahan Victoria, dan Universitas Muhammadiyah Palembang berkesempatan bertukar cinderamata yang langsung diserahkan oleh Prof. Indawan kepada Georgina McCann selaku Acting Director/International Education.

Prof. Dr. Indawan mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal penjajakan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Holmesglen Institute of TAFE Australia. “beberapa program studi di Universitas Muhammadiyah Palembang sudah ada yang memiliki kerjasama dengan universitas luar negeri,” ujar Prof. Indawan.

Lebih lanjut Prof. Indawan menambahkan, Universitas Muhammadiyah Palembang sedang gencar-gencarnya dalam menuju world class university dan salah satunya kunjungan penjajakan kerjasama ke Holmesglen Institute of TAFE Australia ini, karena kedepan Universitas Muhammadiyah Palembang mempunyai visi yang unggul untuk menjadi universitas yang mendunia.

Namun untuk menjadi sebuah Universitas yang unggul mendunia tersebut, Prof. Indawan mengakui perlu adanya kerjasama dengan pihak lainnya, dan tidak bisa hanya berjalan sendiri. “Hal ini menjadi penting lantaran perlunya join research, visiting professor, student exchange dan lain halnya. Semoga kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama yang sebenarnya antara Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Holmesglen Institute of TAFE Australia,” imbuhnya.

universitas muhammadiyah